Blog Silaturrahim

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1)

Tanah Gersang*

Dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan….. setiap orang adalah guru bagi kita.

Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang jahat. Betapapun yang mereka lakukan pada kita selama ini hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya, mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah yang sedang belajar untuk menjadi bijaksana.

Mereka mungkin tanah gersang. Dan kitalah murid yang belajar untuk menjadi bijaksana. Kita belajar untuk menjadi embun pada paginya, awan teduh bagi siangnya, dan rembulan yang menghias malamnya.

Tetapi barangkali, kita justru adalah tanah yang paling gersang. Lebih gersang dari sawah yang kerontang. Lebih cengkar dari lahan kering di kemarau yagn panjang. Lebih tandus dari padang rumput yang terbakar dan hangus. Maka bagi kita sang tanah gersang, selalu ada kesempatan menjadi murid yang bijaksana.

Seperti matahari yang tak hendak dekat-dekat bumi karena khawatir nyalanya bisa memusnahkan kehidupan. Seperti gunung api yang lahar panasnya kelak menjelma lahan subur, sejuk menghijau berwujud hutan.

Dan seperti batu cadas yang memberi kesempatan lumut untuk tumbuh di permukaannya. Dia izinkan sang lumut menghancurkan tubuhnya, melembutkan kekerasannya. Demi terciptanya butir-butir tanah. Demi tersedianya unsur hara agar pepohoan berbuah.

*Diambil dari “Dalam Dekapan Ukhuwah” karya Salim A. Fillah

(Saya sarankan ini menjadi buku wajib bagi setiap jiwa yang merindukan persaudaraan sejati)

Assalamualaikum….

Alhamdulillah…..

Atas dorongan teman, blog ini dapat hadir menghiasi monitor kita (dari Monitor turun ke Hati, hehe) untuk saling mengisi dan berbagi ….

Awalnya cuma teringat pesan sang Nabi, ”Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu tidak beriman sampai kamu saling berkasih sayang sesama kamu. Maukah aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kamu mengerjakannya timbul kasih sayang diantara kamu? Sebarkan salam diantara kamu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Salam adalah awal untuk sebuah jalinan hubungan. Salam yang tulus ikhlas sungguh akan merasuk ke jiwa dan mengakrabkan hati-hati ini walaupun sebelumnya secara fisik belum pernah bertemu. Sungguh, diawali dengan salam yang tulus …. akan kita rasakan kehangatan kebersamaan hakiki.

Untuk kebersamaan kita saat ini … dan selamanya …. saya ucapkan …. Assalaamualaikum Warohmatullohi Wa Barokaatuh …..

Jakarta, 25 Mei 2012 … jelang Ashar…..

Zamzam

Post Navigation